Manokwari (29/07) – Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) terus mendorong percepatan pengembangan SMAN Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua (OAP).
Dorongan tersebut dilakukan melalui evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sekolah yang meliputi sarana dan prasarana, status lahan, kapasitas peserta didik, sistem pembinaan, tata kelola, pembiayaan, hingga penguatan jejaring dengan lembaga pendidikan kedinasan. Langkah ini diarahkan agar sekolah berkembang menjadi pusat pendidikan unggulan yang mampu mencetak generasi Papua yang berkarakter, disiplin, dan berdaya saing.
Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD), SMAN Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat yang berlokasi di Jalan Serma Suwandi, Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, saat ini memiliki 348 peserta didik dan 25 guru. Sekolah tersebut dipimpin oleh Brigjen TNI (Purn.) Yusuf Ragainaga. Data tersebut menjadi dasar evaluasi terhadap kebutuhan ruang kelas, asrama, tenaga pendidik, pembinaan siswa, serta dukungan operasional sekolah berpola asrama. Jumlah peserta didik juga disesuaikan dengan daya dukung sekolah agar kualitas pendidikan tetap terjaga.
Dalam evaluasi, BP3OKP menyoroti keterbatasan fasilitas pendidikan yang masih menjadi tantangan utama. Ruang kelas dan asrama belum sepenuhnya berfungsi sesuai peruntukannya sehingga percepatan pembangunan ruang belajar dan asrama yang representatif dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah Provinsi Papua Barat sebelumnya telah memulai tahapan perencanaan pembangunan fasilitas baru di Distrik Warmare sebagai bagian dari pengembangan sekolah berpola asrama.
Selain fasilitas, kepastian status lahan juga menjadi perhatian penting. Verifikasi dokumen, kepastian administrasi, serta penguatan pengawasan diperlukan agar proses pembangunan berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. Pengawasan sejak tahap perencanaan hingga pembangunan fisik dinilai penting untuk memastikan seluruh pekerjaan sesuai dengan master plan dan ketentuan yang berlaku.

BP3OKP juga mendorong agar pada 2028 sekolah dapat menempati lokasi permanen yang lebih layak sesuai rencana induk pengembangan. Untuk mencapai target tersebut, berbagai persoalan, mulai dari kepastian lahan, penyempurnaan master plan, pembangunan ruang kelas dan asrama, hingga penguatan anggaran dan sistem pengawasan, perlu diselesaikan secara terpadu.
Kepala Sekolah Brigjen TNI (Purn.) Yusuf Ragainaga menegaskan bahwa penerimaan peserta didik dilakukan sesuai daya tampung sekolah dengan kebijakan afirmasi 80 persen OAP dan 20 persen non-OAP. Proses seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan berdasarkan prestasi akademik sehingga kualitas peserta didik tetap menjadi prioritas utama.
Sebagai sekolah berpola taruna dan asrama, penguatan pembinaan siswa juga menjadi perhatian. Pembinaan diarahkan tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga karakter, disiplin, kepemimpinan, kesehatan, dan kesiapan mental. Program pendampingan bagi siswa kelas XI dan XII serta pemetaan potensi peserta didik dinilai penting untuk mendukung kesiapan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Salah satu arah strategis pengembangan sekolah adalah mempersiapkan lulusan agar mampu melanjutkan pendidikan ke lembaga kedinasan seperti Akmil, Akpol, AAU, IPDN, STAN, dan perguruan tinggi unggulan lainnya. Untuk itu, BP3OKP mendorong penguatan kerja sama formal antara sekolah, Dinas Pendidikan, dan berbagai lembaga pendidikan kedinasan agar pembinaan dan pendampingan siswa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Pengembangan SMAN Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat membutuhkan sinergi pemerintah daerah, BP3OKP, sekolah, serta kementerian dan lembaga terkait. Dalam konteks tersebut, BP3OKP berperan memberikan asistensi, pendampingan, fasilitasi, dan pengawalan percepatan sesuai tugas dan kewenangannya, dengan memastikan setiap usulan pembangunan didukung data dan dokumen yang memadai sebelum dibawa ke tingkat pemerintah pusat.
BP3OKP menegaskan bahwa pengembangan sekolah bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan pembangunan ekosistem pendidikan unggulan yang didukung fasilitas yang layak, tenaga pendidik yang kompeten, sistem seleksi yang transparan, pembinaan karakter yang kuat, dan jejaring pendidikan yang luas. Melalui penguatan kualitas pendidikan, peningkatan fasilitas, dan kolaborasi lintas sektor, SMAN Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan di Papua Barat serta memperluas kesempatan anak-anak Papua melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan dan perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Penulis : Hermanus Jalmav
Editor : Aulia S. R. Nurcahyani






