Jayapura (27/7) – Anggota Badan Pengarah Papua (BPP), Albert Yoku, bersama Pokja Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) menghadiri kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Ipoleksosbudkamnegsus Polda Papua Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Hotel Mercure Jayapura.
Dalam kegiatan tersebut, Albert Yoku didaulat sebagai narasumber dan menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama percepatan pembangunan di Tanah Papua. Menurutnya, peran Polri saat ini tidak lagi hanya berfokus pada menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus menjadi mitra strategis yang mendukung keberhasilan program pembangunan serta peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP).

Albert Yoku menjelaskan bahwa pembangunan di Papua masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konflik sosial, persoalan hak ulayat, penyalahgunaan Dana Otonomi Khusus, disinformasi, hingga berbagai potensi risiko yang dapat menghambat pelaksanaan program pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif melalui deteksi dini, mitigasi risiko, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga memaparkan peran Badan Pengarah Papua melalui fungsi Sinkronisasi, Harmonisasi, Evaluasi, dan Koordinasi (SHEK) dalam menyelaraskan program pemerintah, memetakan potensi risiko, serta menyusun rekomendasi strategis guna memastikan pembangunan berjalan efektif, aman, dan tepat sasaran. Melalui fungsi SHEK tersebut, BPP terus mendorong kolaborasi lintas sektor sebagai upaya memperkuat sinergi dalam mengawal pelaksanaan pembangunan di Tanah Papua.
Menurut Albert Yoku, keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan dengan mengedepankan pendekatan Early Warning, Early Detection, Early Management, Early Solution, dan Early Recovery. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi Orang Asli Papua.

Menutup paparannya, Albert Yoku menekankan bahwa keberhasilan Polri tidak lagi hanya diukur dari terjaganya keamanan atau banyaknya gangguan yang berhasil dicegah, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan kondisi yang mendukung program-program pemerintah berjalan dengan aman, tepat sasaran, dan menghasilkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat Papua.
Ia berharap kolaborasi antara Badan Pengarah Papua, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna mendukung pelaksanaan program strategis pemerintah serta mewujudkan Papua yang aman, maju, mandiri, dan sejahtera.






