Jayapura (11/09) — Badan Pengarah Papua (BPP) Provinsi Papua terus mendorong penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) kesehatan sebagai salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Tanah Papua.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua yang membahas sejumlah isu strategis terkait tata kelola akademik, percepatan SDM kesehatan, serta pembenahan administrasi kepegawaian di lingkungan pendidikan kedokteran.
Dalam pertemuan tersebut, turut disampaikan berbagai kondisi dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan SDM kesehatan, termasuk kebutuhan akan tata kelola pendidikan yang lebih terintegrasi serta dukungan administrasi yang mampu menunjang pengembangan karier tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Salah satu perhatian utama adalah kebutuhan untuk mempercepat ketersediaan tenaga kesehatan bagi masyarakat Papua. Konsep “membangun pabrik SDM kesehatan” menjadi salah satu gagasan strategis yang mengemuka, dengan fokus pada percepatan penciptaan dan pemenuhan tenaga kesehatan, mulai dari dokter umum, dokter spesialis, bidan hingga tenaga spesialis penunjang.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan pelayanan kesehatan tidak hanya berada di pusat-pusat perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses. Dalam audiensi disampaikan bahwa kegiatan pengabdian dan pelayanan kesehatan tetap dijalankan di sejumlah daerah, termasuk Wamena dan Nabire, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.

Selain percepatan produksi SDM kesehatan, penguatan sistem kepegawaian juga menjadi bagian dari pembahasan. Transformasi administrasi diarahkan agar lebih proaktif dan terintegrasi, antara lain melalui pengingat proyeksi kenaikan pangkat, pemanfaatan koordinasi digital, serta pengarsipan data yang lebih aman.
Bagi Papua, penguatan SDM lokal menjadi investasi jangka panjang. Kaderisasi melalui pendidikan dan pengembangan anak-anak daerah diharapkan dapat melahirkan generasi tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi sekaligus komitmen untuk kembali mengabdi dan membangun daerahnya.

Melalui audiensi bersama IDI, BPP Provinsi Papua mendapatkan gambaran langsung mengenai kebutuhan dan tantangan pengembangan SDM kesehatan di lapangan. Aspirasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi dan merumuskan arah pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat Papua.
Dengan kolaborasi antara pemangku kepentingan, institusi pendidikan, organisasi profesi, dan pemerintah, percepatan SDM kesehatan diharapkan dapat semakin memperkuat pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan di seluruh Tanah Papua.






