PAPUA TENGAH — Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Tengah melalui Kelompok Kerja (Pokja) Papua Produktif menggelar rapat koordinasi strategis bersama Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Provinsi Papua Tengah.
Pertemuan ini dilangsungkan pada Minggu (5/7/2026) di Ruang Kerja Kepala Dinas Disnakertrans ESDM Provinsi Papua Tengah, dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas, Bapak Frets J. Boray.
Agenda utama dalam koordinasi ini adalah melakukan sinkronisasi terhadap berbagai program strategis pemerintah. Fokus pembahasan meliputi upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pelatihan keterampilan, penciptaan lapangan kerja baru, hingga pengembangan iklim investasi yang berbasis pada pemanfaatan potensi daerah.
Langkah sinkronisasi ini dinilai sangat krusial. Percepatan pembangunan di Provinsi Papua Tengah menuntut ketersediaan SDM yang tangguh dan siap kerja. Lebih dari itu, kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap investasi yang masuk dapat membuka kesempatan kerja seluas-luasnya dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP).
Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif, kedua belah pihak merumuskan sejumlah langkah konkret, di antaranya:
Penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mencetak tenaga kerja terampil.
Penyelenggaraan pelatihan vokasi dan program magang yang terstruktur.
Fasilitasi sertifikasi keahlian untuk menjamin kompetensi tenaga kerja lokal.
Perencanaan dan pengembangan kawasan industri guna menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Pertemuan ini sekaligus menjadi penegasan komitmen antara BP3OKP dan Disnakertrans ESDM dalam memperkuat sinergi kelembagaan. Sinergi ini mengusung filosofi kebersamaan yang kuat.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BP3OKP Provinsi Papua Tengah terus berkomitmen untuk mewujudkan visi besar bersama, yakni membangun Papua Tengah yang Produktif, Mandiri, dan Sejahtera.
“Mari Kitong kerja sama, tong satu tujuan. Pembangunan Papua Tengah tidak bisa jalan sendiri, tapi harus baku gandeng supaya masyarakat dapat kesempatan kerja, keterampilan, dan masa depan yang lebih baik.”







