Jayapura (10/08) – Podcast Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) mengangkat tema “Tantangan dan Potensi Pembangunan Papua” dengan menghadirkan Anggota Badan Pengarah Papua Albert Yoku sebagai narasumber.
Diskusi membahas arah pembangunan Papua dalam kerangka Otonomi Khusus, peran Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BPP), potensi sumber daya alam, hak ulayat, serta upaya meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP).
Dalam pembahasannya, Albert Yoku menjelaskan bahwa pembangunan Papua perlu diarahkan melalui empat pilar utama, yakni Papua Cerdas, Papua Sehat, Papua Produktif, dan Papua Damai, sebagai kerangka pembangunan yang lebih terukur dan terintegrasi menuju Papua Emas 2041. BPP dinilai memiliki posisi strategis dalam mengawal sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah agar selaras dengan kebutuhan masyarakat Papua.

Diskusi juga menyoroti tantangan geografis Papua yang luas dan beragam, mulai dari wilayah pegunungan, pesisir, kepulauan, hingga hutan, yang menyebabkan pelayanan pendidikan, kesehatan, transportasi, dan distribusi barang memerlukan pendekatan yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia.
Di sisi lain, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, termasuk sektor pertambangan, kehutanan, perikanan, pertanian, dan perkebunan. Namun, potensi tersebut perlu dikelola agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat.

Beliau juga menekankan pentingnya pembangunan ekonomi berbasis klan dan marga, dengan mendorong masyarakat adat membangun kelembagaan ekonomi seperti koperasi maupun badan usaha profesional. Model ini diharapkan mampu mengubah posisi masyarakat adat dari sekadar penerima manfaat menjadi pelaku utama dan mitra investasi dalam pengelolaan sumber daya alam.
Selain itu, generasi muda Papua dinilai memiliki peran penting melalui gagasan “Sarjana Pulang Kampung”, yaitu mendorong lulusan perguruan tinggi kembali ke kampung untuk membantu perencanaan pembangunan, pengelolaan dana kampung, pemetaan potensi lokal, dan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.

Podcast juga menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak cukup diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat Papua. Oleh karena itu, pendekatan pembangunan yang kontekstual, partisipatif, bottom-up, dan berbasis masyarakat adat menjadi kunci dalam mewujudkan Papua Emas 2041 sebagai bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.






