Manokwari, 11 September 2026 — Pokja Papua Cerdas BP3OKP RI Perwakilan Papua Barat memperkuat koordinasi bersama pemerintah, YPK, gereja, dan pemangku kepentingan pendidikan melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang dilaksanakan di Manokwari, Jumat (11/9/2026).
Rakornis tersebut menjadi forum untuk menyatukan pemahaman dan langkah bersama dalam merespons berbagai tantangan pendidikan di Papua Barat. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian meliputi Anak Tidak Sekolah (ATS), putus sekolah, pendidikan kesetaraan, peningkatan kualitas guru, keberlanjutan satuan pendidikan, serta perluasan akses pendidikan bagi anak-anak Papua.

Hasil pembahasan kemudian dituangkan dalam kesepakatan bersama yang disetujui dan ditandatangani sebagai dasar tindak lanjut di tingkat Provinsi Papua Barat dan enam kabupaten Wilayah II YPK Tanah Papua, yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, dan Fakfak.
Dalam pelaksanaannya, Pokja Papua Cerdas menjalankan fungsi Sinkronisasi, Harmonisasi, Evaluasi dan Koordinasi (SHEK) untuk mempertemukan berbagai pihak, menyelaraskan data dan informasi, serta mengidentifikasi persoalan dan kebutuhan pendidikan sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Kesepakatan tersebut selanjutnya menjadi pijakan untuk mendorong langkah konkret, antara lain melalui pemetaan persoalan dan kebutuhan, penguatan layanan pendidikan, pengembangan pendidikan kesetaraan, serta koordinasi tindak lanjut di tingkat provinsi dan kabupaten.
Melalui Rakornis ini, Pokja Papua Cerdas menegaskan bahwa koordinasi antarpemangku kepentingan perlu diarahkan pada hasil yang dapat dilaksanakan dan diukur. Dengan demikian, forum koordinasi tidak berhenti pada penyampaian rekomendasi, tetapi dilanjutkan melalui aksi, pengawalan, dan evaluasi bersama.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif, merata, berkualitas, dan berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak Papua memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.


Penulis : Herman Jalmav






