Jayapura, (7 /9) — Badan Pengarah Papua (BPP) Papua bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Provinsi Papua menggelar rapat bersama untuk membahas berbagai tantangan strategis pelayanan kesehatan di Papua. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat BPP Papua, Senin (7/9).
Pertemuan menjadi ruang penting bagi BPP Papua untuk menyerap masukan langsung dari IDI terkait kondisi pelayanan kesehatan, kebutuhan tenaga dokter dan dokter spesialis, pendidikan kedokteran, kesejahteraan tenaga kesehatan, serta tata kelola pelayanan rumah sakit.

Salah satu perhatian utama adalah masih adanya tantangan pelayanan kesehatan di wilayah rawan konflik yang berdampak terhadap keselamatan tenaga kesehatan, mobilitas tenaga medis, hingga proses rujukan pasien. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor agar masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan.
Dalam diskusi juga dibahas perlunya pemetaan kebutuhan dokter dan dokter spesialis di setiap kabupaten/kota. Langkah ini dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan dan upaya pemenuhan tenaga kesehatan yang lebih tepat sasaran.
BPP Papua dan IDI juga melihat kesehatan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, kolaborasi diarahkan untuk mengidentifikasi persoalan kesehatan yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas SDM dan produktivitas Orang Asli Papua (OAP).

Sebagai tindak lanjut, IDI Wilayah Provinsi Papua akan menyiapkan data serta pemetaan awal mengenai permasalahan kesehatan dan kebutuhan tenaga dokter untuk menjadi bahan pembahasan berikutnya. Pertemuan lanjutan direncanakan pada 10 September 2026 untuk memperjelas data, kebutuhan, prioritas persoalan, serta bentuk kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti.
Melalui sinergi bersama IDI dan pemangku kepentingan lainnya, BPP Papua terus mendorong pendekatan pembangunan yang berbasis data, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya Papua yang sehat, cerdas, produktif, dan semakin berdaya.
Oleh: Aulia S. R. Nurcahyani






