Sorong — SHEK Pokja Papua Produktif Papua Barat Daya bersama Perwakilan Bea Cukai Sorong melaksanakan pertemuan koordinasi guna membahas strategi peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah serta penguatan konektivitas logistik ekspor di Papua Barat Daya.
Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat daya saing produk Papua Barat Daya di pasar internasional.
Dalam pembahasan, sejumlah komoditas unggulan dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor, di antaranya ikan tuna dari Kabupaten Tambrauw, komoditas udang dari Sorong Selatan dan Kabupaten Sorong, serta kelapa dalam dari Tambrauw, Raja Ampat, dan Sorong Selatan.
Namun demikian, forum mengidentifikasi masih adanya tantangan pada sektor logistik, terutama keterbatasan kapasitas kargo pesawat dan kapal laut yang berdampak pada volume pengiriman dan efisiensi distribusi komoditas keluar daerah maupun ke luar negeri.
Sebagai tindak lanjut, SHEK Pokja Papua Produktif akan mendorong pelaksanaan pertemuan lanjutan dengan melibatkan berbagai OPD teknis terkait seperti PTSP, Dinas Perhubungan, Bapperida, serta Dinas Perindagkop. Selain itu, pelaku usaha ekspor dan penyedia jasa kargo udara maupun laut juga akan dilibatkan guna mencari solusi bersama terhadap persoalan interkonektivitas logistik ekspor.
Dalam diskusi tersebut juga muncul usulan pemangkasan jalur distribusi ekspor laut dari rute Sorong–Makassar–Surabaya–Jepang menjadi Sorong–Bitung–Jepang sebagai solusi jangka pendek untuk menekan biaya dan mempercepat waktu pengiriman.

Sementara untuk jangka panjang, didorong pembentukan jalur ekspor langsung dari Sorong menuju negara tujuan seperti Jepang dan negara lainnya melalui jalur laut maupun udara. Optimalisasi status Bandara Internasional DEO Sorong juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ekspor langsung ke Australia dan negara lain.
Hal tersebut dinilai realistis mengingat sejak penetapan status internasional Bandara DEO Sorong, telah terdapat penerbangan dari Australia yang mendarat di Sorong, baik penerbangan charter maupun reguler.
Selain fokus pada pengembangan ekspor dan logistik, forum juga membahas pentingnya pembinaan dan pendampingan pelaku usaha, khususnya Orang Asli Papua (OAP), agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan melakukan ekspor secara mandiri dan berkelanjutan.
Pertemuan turut menyoroti pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arar di Kabupaten Sorong sebagai salah satu simpul strategis pertumbuhan industri dan ekspor Papua Barat Daya.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, forum juga membahas langkah awal mendorong penambahan kuota afirmasi pendidikan di Politeknik Keuangan Negara STAN bagi siswa-siswi Orang Asli Papua di Papua Barat Daya sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas generasi muda Papua dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.






