Rapat Koordinasi Program Prioritas Kemendikdasmen & Pencanangan ZI-WBK Tahun 2026

Sorong (29/03) – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Papua Barat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 29 s.d. 31 Maret 2026, bertempat di Vega Prime Hotel & Convention.

BP3OKP Perkuat Sinkronisasi Percepatan Pembangunan Papua melalui Rakor di Biak Numfor

Biak Numfor (05/03) – Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) terus memperkuat perannya dalam mendorong percepatan pembangunan di Tanah Papua melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi sinkronisasi percepatan pembangunan Papua sesuai dengan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP) Tahun 2025–2029 yang dilaksanakan di Kabupaten Biak Numfor pada 5–7 Maret 2026.

Dashboard PAPEDA Papua Resmi Diluncurkan, Dorong Efektivitas dan Akuntabilitas Penyaluran Dana Otonomi Khusus

Jayapura (20/10)— Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua selaku Sekretariat Badan Pengarah Papua (BPP) menghadirkan inovasi baru melalui Dashboard PAPEDA Papua, sebuah sistem pemantauan digital yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Rapat Koordinasi Terkait Penggunaan Kawasan Hutan di Areal Konservasi Kabupaten Tambrauw

Kamis, 24 Juli 2025  – Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Barat Daya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah terpencil melalui penyelenggaraan Forum SHEK (Sinkronisasi, Harmonisasi, Evaluasi, dan Koordinasi) yang digelar di Aula KPPN Sorong.

BP3OKP: Masyarakat harus dapat manfaat dari hutan konservasi

Sorong – Anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Barat Daya Otto Ihalauw mengatakan masyarakat adat harus mendapatkan manfaat dari hutan konservasi sebagai bagian penting untuk menyejahterakan masyarakat setempat. “Masyarakat adat memang harus menjaga hutan, tetapi juga harus hidup,” jelasnya di Sorong, Rabu.