BPP Provinsi Papua Barat Daya turut hadir dalam Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional
Sorong (2/05) – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat provinsi di Lapangan Apel Kantor Gubernur Papua Barat Daya. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memajukan sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, serta berbagai elemen masyarakat. Badan Pengarah Papua (BPP) Provinsi Papua Barat Daya turut ambil bagian melalui kehadiran anggota BPP bersama kelompok kerja (Pokja).
Kehadiran BPP merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua, khususnya di Papua Barat Daya. Dalam momentum Hardiknas ini, sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dinilai semakin penting guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil analisis yang ada, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di Papua Barat Daya dinilai sudah cukup terpenuhi. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan mutu dan kualitas pendidikan. Dari enam wilayah kabupaten/kota, baru Kabupaten Sorong dan Kota Sorong yang memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan status madya muda.
Selain itu, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum memiliki akses pendidikan memadai, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA. Menyikapi hal tersebut, BPP mendorong berbagai intervensi melalui program Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP).
Beberapa di antaranya adalah pengembangan sekolah terbuka berbasis komunitas, pembelajaran terpusat melalui sekolah berpola asrama, serta inovasi untuk menjangkau anak putus sekolah melalui peningkatan literasi dan numerasi.

BPP juga menekankan pentingnya optimalisasi kewenangan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sesuai regulasi yang berlaku. Salah satunya melalui penguatan program pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah, serta sinergi program pendidikan antara daerah dan pusat.
Melalui momentum Hardiknas, diharapkan seluruh program yang direncanakan benar-benar berorientasi pada pencapaian indikator pembangunan pendidikan, bukan sekadar program administratif.
Dengan kolaborasi yang kuat, pembangunan pendidikan di Papua Barat Daya diharapkan mampu melahirkan generasi unggul dan berdaya saing di masa depan.
Oleh: Dea Anggie Varena
Editor: Aulia S. R. Nurcahyani






