Jayapura, (13/04) – Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) menggelar rapat koordinasi bersama BNI Papua di Lantai 5 Sekretariat Badan Pengarah Papua. Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat di Papua.
Rapat dihadiri oleh Badan Pengarah Papua Provinsi Papua beserta jajaran Kelompok Kerja (Pokja) serta pimpinan dan staf BNI Papua. Fokus utama pembahasan adalah sinergi program strategis yang mendukung kemandirian fiskal daerah, termasuk peremajaan sawit (replanting), pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan sektor perikanan dan peternakan.

Dalam pertemuan tersebut, BP3OKP menegaskan perannya dalam melakukan sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi, dan koordinasi pelaksanaan anggaran, baik APBN maupun APBD, guna mendorong pembangunan Papua yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan sektor perbankan dinilai penting untuk memperluas akses pembiayaan serta meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah peremajaan sawit dengan target ribuan hektare lahan, yang didukung oleh pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Selain itu, dibahas pula berbagai tantangan di sektor perikanan dan UMKM, seperti keterbatasan akses permodalan, literasi keuangan, serta infrastruktur pendukung. Untuk itu, perbankan diharapkan tidak hanya berperan sebagai penyalur pembiayaan, tetapi juga memberikan pendampingan dan edukasi bagi masyarakat agar usaha yang dijalankan dapat berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak berencana menyusun nota kesepahaman (MoU) serta menjalankan program percontohan (pilot project) pada sektor-sektor prioritas. Langkah ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

Oleh: Aulia S. R. Nurcahyani






