Jayapura, (13/04)– Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) melalui Sekretariat Badan Pengarah Papua (BPP) menggelar rapat koordinasi bersama Komite Paralimpik Nasional (NPC) di Lantai 5 Sekretariat BPP Gedung Keuangan Negara Provinsi Papua. Pertemuan ini membahas berbagai tantangan yang dihadapi atlet disabilitas serta upaya penguatan dukungan dari pemerintah daerah.
Rapat dihadiri oleh jajaran BP3OKP dan Ketua NPC, yang menyampaikan sejumlah persoalan mendasar dalam pembinaan olahraga disabilitas di Papua. Di antaranya adalah keterbatasan pendanaan, kurangnya fasilitas latihan yang memadai, serta minimnya apresiasi terhadap atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, NPC juga menyoroti masih terbatasnya akses infrastruktur yang ramah disabilitas serta kendala birokrasi dalam pengajuan bantuan anggaran. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius dalam upaya meningkatkan prestasi atlet paralimpik di Papua.
Menanggapi hal tersebut, BP3OKP menegaskan komitmennya untuk mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memperkuat dukungan terhadap olahraga disabilitas. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah daerah serta mendorong penyelenggaraan forum musyawarah sebagai wadah perumusan solusi bersama.

BP3OKP juga akan menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan NPC, termasuk melalui penguatan peran Kelompok Kerja (Pokja) Papua Sehat dan Papua Cerdas, guna memastikan adanya perhatian yang lebih besar terhadap pembinaan atlet disabilitas di Papua.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan lahir langkah konkret dalam meningkatkan dukungan bagi atlet disabilitas, sehingga mereka dapat berprestasi dan memperoleh hak yang setara dalam pembangunan olahraga di Tanah Papua.
Oleh: Aulia S. R. Nurcahyani






