Sorong (29/03) – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Papua Barat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 29 s.d. 31 Maret 2026, bertempat di Vega Prime Hotel & Convention.
Rakor ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan program prioritas pendidikan tahun 2026, sehingga kebijakan dan program strategis dapat diimplementasikan secara optimal, terarah, dan berkelanjutan.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Badan Pengarah Papua, di mana Otto Ihalauw menyampaikan sambutan dan arahan. Dalam arahannya, disampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan pendidikan, khususnya terkait pemerataan dan peningkatan kualitas guru di wilayah Papua Barat Daya.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan secara teknis oleh anggota Pokja Cerdas, Helena T. Tuririday, dengan pembahasan yang difokuskan pada isu strategis pendidikan, termasuk pengelolaan dan pemerataan tenaga pendidik. Balai Guru dan Tenaga Kependidikan juga tengah menyiapkan Unit Layanan Terpadu sebagai sarana menerima saran, masukan, dan laporan masyarakat terkait kualitas kinerja guru di sekolah.
Dalam rakor tersebut, turut dibahas tantangan kekurangan guru yang masih tinggi, serta upaya redistribusi guru ASN dan PPPK dari sekolah negeri ke sekolah swasta yang masih membutuhkan tenaga pendidik. Hal ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah.

Sebagai bentuk komitmen bersama, BPP Papua Barat Daya bersama enam provinsi lainnya akan mendorong penyusunan nota kesepahaman (MoU) dalam rangka pemetaan kebutuhan guru secara lebih akurat di setiap kabupaten/kota, baik pada sekolah negeri maupun swasta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Oleh: Aulia S. R. Nurcahyani





