Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Perwakilan Provinsi Papua Pegunungan bersama Kelompok Kerja (Pokja) telah melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Nduga pada tanggal 27–31 Oktober 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi, dan koordinasi program pembangunan empat misi utama, yaitu Papua Sehat, Papua Cerdas, Papua Produktif, dan Papua Polhukam bersama Pemerintah Kabupaten Nduga.
Pada 28 November 2025, BP3OKP menyelenggarakan kegiatan sosialisasi mengenai tugas dan fungsi Badan Pengarah Papua yang dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Kabupaten Nduga, Bapak Yoas Beon, serta sejumlah unsur pimpinan daerah, termasuk Asisten II, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kapolres, dan perwakilan OPD terkait. Acara ini dibuka resmi oleh Plt. Bupati, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran BP3OKP di Kabupaten Nduga.
Beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan percepatan pembangunan, khususnya di wilayah Kabupaten Nduga sebagai bagian dari percepatan pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan.

Sosialisasi dipimpin oleh Anggota BP3OKP Provinsi Papua Pegunungan, Bapak Hantor Matuan, yang memaparkan tugas dan fungsi lembaga serta memperkenalkan masing-masing pokja sesuai bidang misi. Selanjutnya, Bapak Gaad selaku Pokja Papua Sehat memaparkan peran strategis sektor kesehatan dalam menunjang peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia menekankan bahwa kesehatan merupakan fondasi untuk mencetak masyarakat yang cerdas, produktif, serta mampu menciptakan tatanan keamanan yang baik.

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Bapak Yoyo selaku Pokja Papua Produktif, Bapak Fransiskus Abarue Elosak, serta Bapak Paul Wetipo dari Pokja Papua Cerdas. Ketiganya menyampaikan rencana kunjungan kerja lanjutan ke instansi-instansi terkait sektor kesehatan, pendidikan, dan keamanan di Kabupaten Nduga.
Dalam forum tersebut, Plt. Bupati Nduga memaparkan kondisi terkini di Kabupaten Nduga, di mana 15 distrik telah mengungsi ke berbagai wilayah, termasuk ke Kabupaten Jayawijaya, akibat situasi keamanan yang tidak Kondusif. Kondisi ini menyebabkan terhentinya aktivitas pemerintahan di sejumlah distrik, anak-anak sekolah terpaksa mengungsi, serta fasilitas kesehatan seperti puskesmas menjadi tidak beroperasi. Situasi ini berdampak pada melambatnya aktivitas masyarakat serta terganggunya produktivitas daerah.
Pada 29 Oktober 2025, BP3OKP melaksanakan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga serta melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas pendidikan, yakni Sekolah Dasar Gabungan Distrik di Kota Kenyam, SMP Distrik Mapenduma, SMP Distrik Yigi, dan SMP Distrik Mugi. Saat ini, SD Gabungan Distrik menampung sekitar 1.186 siswa pengungsi dari 15 distrik, namun hanya memiliki lima ruang kelas, satu ruang guru, dan satu kamar mandi.
Di bidang kesehatan, terdapat dua isu krusial yang membutuhkan perhatian, yaitu stunting dan gizi. Kabupaten Nduga saat ini memiliki delapan puskesmas induk, satu kantor Dinas Kesehatan, serta satu Unit Pelaksana Teknis Rumah Sakit Umum Daerah (UPT RSUD) Nduga, meski fasilitas tersebut belum terakreditasi. Sementara di sektor keamanan, TNI dan Polri bersama tokoh agama terus berupaya menciptakan situasi aman dan kondusif demi mencegah peningkatan jumlah pengungsi ke luar Kabupaten Nduga.

Melalui kunjungan kerja ini, BP3OKP Provinsi Papua Pegunungan berupaya memastikan pelaksanaan program prioritas pembangunan di Kabupaten Nduga dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, serta mendukung percepatan tercapainya pembangunan daerah sesuai amanat Otonomi Khusus Papua.

Oleh: Meisly Mariana Kombong





