Wamena (22/08) – Kelompok Kerja (Pokja) Papua Sehat dari Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Pegunungan melaksanakan audiensi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya. Pertemuan ini berlangsung di ruang kerja Kepala Kantor BPS Kabupaten Jayawijaya.
Audiensi ini bertujuan untuk memperkenalkan eksistensi dan tugas pokok BP3OKP, khususnya peran strategis dalam melaksanakan fungsi Sinkronisasi, Harmonisasi, Evaluasi, dan Koordinasi (SHEK) terhadap percepatan implementasi Otonomi Khusus Papua. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun kerja sama dengan BPS dalam hal pendataan statistik pembangunan, terutama yang berkaitan dengan Orang Asli Papua (OAP) pada aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Usia Harapan Hidup (UHH), serta pada bidang kesehatan.

Pertemuan yang dibuka oleh Sekretaris BPS Kabupaten Jayawijaya yang menyampaikan sambutan hangat kepada BP3OKP Pokja Papua Sehat, sekaligus menegaskan kesiapan BPS dalam mendukung penyediaan data yang dibutuhkan. Dalam kesempatan tersebut, BPS turut memaparkan data IPM dan UHH tahun 2024 berdasarkan hasil Long Form untuk delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan.
Dalam sesi diskusi, Gaad Piranid Tabuni menyampaikan pentingnya data khusus Orang Asli Papua (OAP), sesuai dengan arahan KPK RI dalam pertemuan sebelumnya bersama BP3OKP dan OPD di Provinsi Papua Pegunungan. Menanggapi hal ini, pihak BPS Jayawijaya menjelaskan bahwa kewenangan pendataan khusus OAP berada di BPS Pusat, sehingga perlu dilakukan penyampaian resmi melalui surat, termasuk kesepakatan mengenai kriteria OAP yang akan digunakan.
Sebelum menutup pertemuan, Gaad menegaskan bahwa audiensi ini akan ditindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan bersama Anggota BP3OKP Provinsi Papua Pegunungan dan seluruh Pokja. Hal ini penting agar data IPM, UHH, serta indikator kesehatan, ekonomi dan lainnya dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung perencanaan pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Kegiatan audiensi ini berlangsung dengan baik dan lancar. Melalui kerja sama yang erat antara BP3OKP dan BPS, diharapkan ketersediaan data statistik di Papua Pegunungan semakin akurat, transparan, dan berkelanjutan, sehingga dapat mendorong percepatan pembangunan Otonomi Khusus di wilayah ini.
Oleh : Meisly Mariana Kombong





