Jayapura(20/05) – Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pada 6 Agustus 2025, Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jayapura menggelar audiensi di Kantor KPU Kota Jayapura, Jumat (20/6).
Dalam pemaparannya, Alberth menekankan pentingnya sinergi antara KPU, Bawaslu, dan aparat TNI/Polri untuk menjaga stabilitas keamanan selama tahapan PSU. Ia juga meminta KPU memperhatikan penempatan alat peraga kampanye agar tidak dipasang di rumah ibadah serta mendorong peran aktif tokoh agama dan masyarakat untuk menjaga netralitas.

Sementara itu, Benny Karubaba memaparkan bahwa KPU telah melakukan pemutakhiran data pemilih tetap (DPT) dan persiapan logistik. Ia menyebutkan total 576 TPS akan disiapkan di lima distrik, dengan melibatkan lebih dari 4.000 anggota KPPS.
Audiensi juga merekomendasikan pembentukan call center pengaduan oleh KPU dan Bawaslu, serta pertemuan lintas tokoh agama, masyarakat, dan paguyuban guna memperkuat dukungan PSU yang aman dan damai.
BP3OKP Papua memastikan akan terus mengawal seluruh tahapan PSU agar berjalan sesuai peraturan dan meningkatkan partisipasi pemilih, yang pada Pilkada sebelumnya mencapai 73 persen.


Oleh: Aulia Septianingrum R. N.





