Wamena (29/08) – Sekolah Papua Harapan Wamena menggelar kegiatan Open House yang dihadiri oleh Anggota BP3OKP Provinsi Papua Pegunungan, seluruh Pokja, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan, serta orangtua dan siswa. Suasana acara berlangsung meriah dengan penampilan nyanyian dan tarian dari anak-anak murid sebagai pembuka kegiatan.
Dalam sambutannya, Bapak Hantor Matuan, Anggota BP3OKP Provinsi Papua Pegunungan, memperkenalkan secara singkat kehadiran BP3OKP di wilayah ini serta menyampaikan apresiasi yang tinggi atas berdirinya Sekolah Papua Harapan di Wamena. Ia menilai sistem pembelajaran yang diterapkan sangat terarah, karena setiap guru dibekali pelatihan sebelum mengajar. Oleh karena itu, ia berharap sekolah seperti ini dapat hadir di setiap kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.
Sementara itu, Bapak Paul Wetipo, Pokja Papua Cerdas sekaligus mantan Kepala Sekolah Papua Harapan, menuturkan perjalanan panjang berdirinya sekolah ini. Dimulai dari delapan siswa pada awalnya, kini sekolah tersebut telah berkembang dengan 16 siswa terbaik. Jumlah pendaftaran yang dibatasi setiap tahun bertujuan agar proses belajar lebih fokus dan tepat sasaran. Sekolah juga menyediakan makan siang bergizi setiap hari, memastikan setiap anak mendapatkan gizi yang sama.

Turut hadir, Bapak Wallace Dean Wiley selaku pendiri sekolah, yang menjelaskan bahwa tujuan utama pendirian Sekolah Papua Harapan adalah melahirkan generasi Papua yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat internasional. Sejak TK, siswa-siswi sudah diperkenalkan pada pembelajaran bahasa Inggris dan komputer, dengan fokus membentuk hati, pikiran, dan jiwa yang baik sejak dini.

Kegiatan ditutup dengan sesi kunjungan ke berbagai fasilitas sekolah, mulai dari ruang belajar, ruang bermain, ruang makan, hingga dapur tempat memasak makanan bergizi. Melalui kegiatan ini, para tamu undangan dapat melihat secara langsung komitmen Sekolah Papua Harapan dalam membangun pendidikan berkualitas sekaligus menyiapkan generasi masa depan Papua yang unggul dan berdaya saing global.
Oleh: Meisly Mariana Kombong





